Seribu Curug, Pesona Terselubung di Purbalingga

Dipublikasikan oleh Webwisata pada

menikmati curug Sumba di Desa Tlahab Kidul Karangreja

Sebutan Sewu Curug atau Seribu Curug kerap dilontarkan para wisatawan ketika menyebut potensi wisata Purbalingga, khususnya di sisi timur kaki Gunung Slamet. Curug (air terjun) banyak terdapat di wilayah ini.

Kepala Bidang Pariwisata Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olah Raga (Dinbudparpora) Purbalingga, Ir Prayitno, M.Si, mengungkapkan, ratusan curug mulai dari yang debit airya kecil hingga yang besar, dan mulai dari ketinggian yang rendah hingga puluhan meter, ada di Purbalingga.

“Dengan banyaknya curug ini, wilayah Purbalingga sering mendapat sebutan Sewu Curug atau Seribu Curug. Daya tarik wisata yang terselubung ini memberikan keindahan yang mempesona bagi wisatawan,” kata Prayitno, disela-sela mengunjungi sejumlah curug di wilayah Desa Tlahab Kidul dan Tlahab Lor, Kecamatan Karangreja, Kamis (19/5).

Menurut Prayitno, sejumlah curug sudah dikelola dengan baik oleh pelaku wisata yang tergabung dalam Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). 

Jalan menuju curug yang kebanyakan jalan setapak, sudah dibuat rapi dan aman untuk pengunjung. Namun, masih banyak curug-curug lain yang belum dikelola oleh pihak desa atau warga masyarakat setempat.

“Kami terus mendorong sejumlah desa dan kelompok masyarakat untuk mengelola curug itu sebagai daya tarik wisata yang tentunya bisa memberikan pendapatan bagi masyarakat setempat,” tutur Prayitno.

Dia mengatakan, di Desa Bumisari, Kecamatan Bojongsari, ada tiga curug yang potensial untuk dikelola masyarakat setempat. Pengelolaan itu tetap mempertahankan kelestarian fungsi lingkungan.

Belum Dikunjungi Wisatawan

Prayitno menyebut, keindahan curug yang masih terselubung dan belum banyak dikunjungi wisatawan seperti di Desa Bumisari, Kecamatan Bojongsari. Kemudian curug Tempuran yang airnya bersumber dari tempuran Kali Lutung dan Kali Lembarang.

Curug Pengantin yang bertingkat dengan ketinggian 40 meter, dan curug Sawangan yang masih tertutup batu besar. Selain ketiga curug itu, masih ada tujuh curug lain yang kecil-kecil.

“Jalan setapak menuju beberapa curug itu memang belum tertata rapih, namun pada hari-hari libur, sudah banyak pengunjung dari lokal yang datang. Kami terus mendorong sejumlah pemuda di desa itu untuk membentuk Pokdarwis dan mengelola curug itu sebagai daya tarik wisata di desa,” katanya.

Tidak jauh dari Desa Bumisari, di tetangga desanya, Desa Cipaku, Kecamatan Mrebet ada curug Nini, curug Ciponggoh (ada yang menyebut curug Singogah), bataputih dan telaga Bolangirit.

Di Desa Cipaku, juga terdapat situs batutulis. Masih di Mrebet, tepatnya di Desa Serayu Larangan, ada curug Ciputut.

Di wilayah Kecamatan Bobotsari, ada curug Penisihan di Desa Palumbungan. Curug ini memiliki ketinggian 8 meter, dan aliran airnya membentuk kolam sekitar 25 meter.

Air Curug Penisihan merupakan aliran Sungai Klawing, sungai terbesar yang membelah wilayah Purbalingga yang letaknya hampir mendekati hulu sungai.

Desa Talagening, ada curug Ciputut. Panoramanya cukup indah untuk dipandang. Air terjun ini memiliki ketinggian 30 meter dan tidak pernah kering sepanjang tahun.

Banyak dikunjungi remaja-remaja pada saat libur dan mereka yang gemar berpetualang karena medannya cukup memadai dengan dinding dan lereng yang terjal.

Sebagian Dikelola Pokdarwis

Kemudian di Desa Tlahab Lor, Kecamatan Karangreja, lanjut Prayitno, setidaknya ada tiga curug yakni curug Silintang, Silawang dan curug Sikasur.

Untuk menuju curug Sikasur, harus melewati areal persawahan sekitar 600 meter. Sedang untuk menuju curug Silintang, dan Silawang, perjalanan sekitar 40 menit dari balai desa Tlahab Lor.

Di Desa Tlahab Kidul, ada curug Sumba. Lokasinya hanya sekitar 300 meter dari jalan raya Karangreja – Bobotsari.

“Selain curug itu, ada sejumlah curug lain yang sudah dikelola oleh Pokdarwis, seperti di desa wisata Tanalum, Kecamatan Rembang, ada curug Aul, curug Karang, curug Nagasari, curug Gogor dan curug lainnya. Curug Nagasari sering dijadikan ajang wisata minat khusus canyoning. Kemudian di desa wisata Panusupan, ada curug Pesantren, curug Wana Tirta, curug Silawe dan beberapa curug lainnya,” rinci Prayitno.

Baca juga:

Curug Pletuk, Destinasi Wisata Baru di Banjarnegara


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *