Kampung Ciptagelar, Ratusan Tahun Bertahan dengan Tradisi Leluhur

Dipublikasikan oleh Webwisata pada

Kampung Ciptagelar, Ratusan Tahun Bertahan dengan Tradisi Leluhur

Kampung Ciptagelar, adalah salah satu kampung di Jawa Barat yang sampai saat ini masih bertahan dengan tradisi leluhurnya.

Kondisi kampung yang berada di Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi ini, nyaris tidak berubah selama ratusan tahun.

Lokasi dan bentuk rumah serta tradisi di desa adat ini masih dipegang kuat oleh masyarakatnya.

Untuk menuju Kampung Ciptagelar, Anda dapat menggunakan kendaraan roda empat (mobil) dan roda dua (motor).

Namun untuk mobil, tidak semua jenis mobil dapat menuju tempat ini, melainkan mobil dengan jenis ground clearance yang lebih tinggi.

Jika tidak maka terpaksa mobil Anda hanya sampai di kantor Desa Sirnaresmi yang sekaligus merupakan tempat parkirnya.

Selebihnya menggunakan kendaraan ojeg atau mobil umum (jenis jeep) yang hanya ada sewaktu-waktu atau jalan kaki.

Letak geografis Kampung Ciptagelar berada di atas ketinggian 1050 meter di atas permukaan taut.

Udaranya cenderung dingin dengan suhu antara 20° C samDai 26° C dan suhu rata-rata setiap tahun sekitar 25° C.

Kampung Ciptagelar dikelilingi gunung-gunung, yaitu Gunung Surandil, Gunung Karancang, dan Gunung Kendeng.

Pada umumnya, warga kasepuhan yang berada di Kampung Gede memeluk agama Islam.

Adat Istiadat

Kehidupan keagamaan mereka masih berbaur dengan sistem kepercayaan non Islami yang merupakan adat istiadat Ieluhurnya.

Bahkan dalam beberapa hal adat istiadat lebih menonjol, misalnya kepercayaan terhadap Dewi Sri yang tercermin dalam berbagai upacara adat pertanian.

Pendidikan warga kasepuhan Ciptagelar relatif rendah. Pada umumnya, mereka hanya mengikuti pendidikan formal sampai kelas tiga sekolah dasar dan hanya beberapa orang saja yang telah menamatkan pendidikan Sekolah Dasar dan SLTP.

Hal ini lebih disebabkan oleh faktor tradisi dan persepsi warga terhadap pendidikan.

Bagi warga kasepuhan, sekolah tidak perlu tinggi-tinggi, yang penting dapat membaca dan menulis, sebab akhirnya mereka tetap harus kembali pada tata cara kehidupan tradisional.

Oleh karena itu, warga kasepuhan lebih mengarahkan anak-anak pada pekerjaan sebagai petani dan penerus tradisi leluhurnya.

Kendati demikian, warga Ciptagelar tidak menutup diri terhadap inovasi dari luar, terbukti dengan masuknya listrik dan alat-alat elektronik.

Alat-alat elektronik yang dimiliki warga Ciptagelar antara lain radio, radio tape dan televisi, beberapa di antaranya dilengkapi dengan parabola.

Kampung Ciptagelar, merupakan destinasi wisata yang menarik di Jawa Barat, terutama bagi Anda yang menyukai suasana pedesaan yang masih asri. Selain bisa menikmati keindahan kampung, Anda juga dapat menikmati banyak kegiatan adat yang telah menjadi budaya di tempat tersebut. (cl)

Baca Juga:


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *