Tempat Wisata Di Vietnam, Candi My Son

Sebagaimana kebanyakan tujuan wisata di tanah Asia Tenggara, maka bila kita mengulas mengenai tempat wisata di Vietnam Anda akan disuguhkan oleh beberapa pesona yang khas. Baik itu pesona dari panorama alamnya atau justru pesona dari peninggalan sejarahnya yang sarat dengan nilai-nilai norma, budaya dan religi setempat.

Jika di Indonesia terdapat Candi Borobudur, salah satu yang tak boleh Anda lewatkan ketika Anda menjajal petualangan liburan di Vietnam adalah aktivitas wisata candi di kawasan perkompleksan candi di daerah Duy Phú, distrik Duy Xuyên in Provinsi Quang Nam di Vietnam Tengah. Namanya adalah kompleks candi My Son. Lokasi tempat wisata di Vietnam yang satu ini memang tidak berada di pusat kota Ho Cinh Minh, ibu kota Vietnam. Anda perlu melalui perjalanan sekitar 1,5 jam atau sejauh 69 km menuju barat daya dari kota Da Nang, salah satu kota besar ternama di negara Vietnam.

Candi mempesona dengan guratan masa yang mengukir pada bangunannya serta berbingkai panorama alam menghijau dari kawasan dataran tinggi kawasan Quang Nam menjadikannya sarat daya tarik tersendiri.  Dengan bangunan unik yang terdiri dari batu bata merah kuno yang berpadu dengan batuan pasir alam Anda akan menemukan atmosfer misterius dari bangunan yang memang menjadi saksi bisu kejayaan masa kerajaan Champa kuno.

Yang menarik dari candi My Son ini memang adalah kisah sejarah candi ini sendiri. Candi ini konon diyakini sebagai salah satu kawasan candi paling tua di kawasan Asia Tenggara. Juga merupakan peninggalan sejarah dari mas kerajaan ternama dalam sejarah Asia tenggara, kerajaan Champa dari Vietnam Kuno.

Kekuatan Champa sebagai salah satu penguasa Asia Tenggara bisa Anda lihat dari desain  candi khas Hindu ala Asia yang mengingatkan Anda akan bentuk khas bangunan candi tua ala Kamboja atau Thailand yang lebih simpel dengan candi ala Indonesia yang memiliki bentuk mengerucut. Seolah bangunan ini menjadi inspirasi banyak candi lain di kawasan Asia Tenggara.

Kompleks candi hindu ini berusia hampir 1000 tahun dengan perkiraan pembangunan antara abad ke 4 sampai abad ke 14 masehi, tepatnya pada masa pemerintahan kerajaan Champa kuno dari Vietnam. Candi-candi ini diperkirakan berasal dari masa yang sama dengan Borobudur dan Angkor Wat.

Dalam kompleks candi ini berdiri setidaknya 70 buah candi dengan beragam ukuran . Terdiri dari beberapa bangunan candi tinggi yang berfungsi sebagai ruang ibadah, area simbolis yang menandakan budaya lokal pada masa tersebut, termasuk beberapa prasasti dalam bahasa Champ dan sansekerta. Dan beberapa bangunan yang dimanfaatkan sebagai aktivitas keluarga dan pemerintahan kerajaan.

Bangunan candi mewakili masa-masa kejayaan kerajaan Champa dengan raja-raja yang pernah menguasainya. Juga menjadi pusat aktivitas kerajaan termasuk pusat aktivitas religinya. Beberapa bangunan menjadi simbolik penyembahan pada Shiwa yang juga dijuluki Bhadeswara dalam bahasa lokal masa tersebut.

Pada kawasan candi ini juga terdapat beberapa lokasi yang diperuntukan sebagai pemakaman raja-raja Champa, para tokoh religi Hindu dan beberapa panglima perang terbaik kerajaan yang mendapat gelar pahlawan dari Champa. Sayangnya kompleks candi ini ditemukan sudah dalam keadaan yang tidak utuh termakan usia. Dan diperburuk oleh pemboman yang dilakukan Amerika Serikat pada masa perang Vietnam. Ini meyisakan beberapa bangunan hancur yang belum bisa di restorasi hingga kini.

Berbagai upaya masih dilangsungkan demi bisa mengembalikan seluruh kompleks candi utuh seperti semua. Bahkan dunia sudah mengakui lokasi wisata di Vietnam satu ini sebagai salah satu situs warisan budaya UNESCO. Kujungi juga wisata lainnya di Asia Tenggara seperti beberapa  ada di Thailand seperti wisata Phuket atau Pattaya.